Hana Kaneko

Banyak pelancong mengenal Obon sebagai salah satu periode perjalanan tersibuk di Jepang. Hotel-hotel penuh, kereta api menjadi penuh sesak, dan jutaan orang melakukan perjalanan ke seluruh negeri untuk berkumpul kembali dengan keluarga.
Namun di balik kesibukan musim wisata, tersembunyilah salah satu tradisi budaya Jepang yang paling bermakna.
Obon adalah festival Buddha berusia berabad-abad yang didedikasikan untuk menghormati leluhur dan mengenang orang-orang terkasih yang telah meninggal dunia. Di seluruh Jepang, keluarga berkumpul, lampion menerangi malam, tarian tradisional memenuhi alun-alun, dan masyarakat bersatu untuk merayakan tradisi yang telah membentuk budaya Jepang selama beberapa generasi.
Bagi para pengunjung, Obon menawarkan kesempatan unik untuk merasakan sisi Jepang yang lebih personal dan spiritual. Di luar landmark terkenal dan pemandangan kota modern, Obon mengungkap adat istiadat, festival, dan pengalaman budaya yang jarang dilihat oleh para wisatawan.
Baik Anda merencanakan perjalanan selama Obon atau sekadar ingin memahami salah satu tradisi terpenting Jepang, panduan ini mencakup semua yang perlu Anda ketahui.

Obon, yang terkadang disebut Festival Bon, adalah tradisi Buddha Jepang yang menghormati roh leluhur.
Festival ini telah dirayakan selama lebih dari 500 tahun dan didasarkan pada kepercayaan bahwa roh leluhur kembali mengunjungi keluarga mereka selama periode istimewa ini.
Sepanjang perayaan Obon, banyak keluarga Jepang:
Meskipun berakar pada Buddhisme, Obon telah berkembang menjadi tradisi budaya yang dirayakan di seluruh Jepang tanpa memandang latar belakang agama.
Hingga kini, peristiwa ini tetap menjadi salah satu acara musiman yang paling banyak dirayakan di negara ini.

Sebagian besar wilayah Jepang merayakan Obon pada tanggal 13 hingga 16 Agustus. Perayaan ini umumnya dikenal sebagai "Hachigatsu Bon" atau Obon Agustus. Namun, beberapa daerah memiliki jadwal yang berbeda.
Obon bulan JuliSebagian wilayah Tokyo dan beberapa daerah lainnya merayakan Obon pada pertengahan Juli.
Variasi RegionalKeragaman regional di Jepang berarti tradisi, upacara, dan tanggal festival dapat berbeda tergantung pada lokasinya.
Variasi lokal ini membuat Obon menjadi sangat menarik bagi para pelancong yang menjelajahi berbagai bagian negara.

Meskipun banyak festival berfokus pada hiburan, Obon berpusat pada mengenang, rasa syukur, dan keluarga.
Bagi banyak orang Jepang, Obon adalah waktu untuk:
Kerabat seringkali menempuh jarak jauh untuk berkumpul bersama.
Keluarga memberikan penghormatan kepada generasi sebelumnya melalui upacara dan persembahan.
Banyak kebiasaan yang diwariskan dari kakek-nenek kepada anak-anak selama perayaan Obon.
Festival dan perayaan lokal menyatukan lingkungan sekitar.
Perpaduan antara refleksi pribadi dan perayaan komunitas inilah yang memberikan Obon suasana yang khas.

Beberapa tradisi umumnya dikaitkan dengan Obon.
Memahami hal-hal tersebut dapat membantu wisatawan menghargai makna budaya dari festival tersebut.
Pada awal perayaan Obon, beberapa keluarga menyalakan api unggun kecil atau lentera untuk membimbing roh leluhur pulang ke rumah.
Lampu-lampu simbolis ini melambangkan sambutan hangat bagi leluhur yang kembali.
Banyak keluarga mengunjungi pemakaman untuk membersihkan batu nisan, meletakkan bunga, dan memanjatkan doa.
Pengunjung hendaknya menghormati ruang-ruang ini.
Beberapa keluarga menyiapkan persembahan khusus yang mungkin meliputi:
Persembahan tersebut melambangkan rasa syukur dan kenangan.
Di akhir perayaan Obon, api unggun perpisahan atau upacara lentera membantu membimbing roh leluhur kembali ke dunia spiritual.
Upacara-upacara ini sering kali menciptakan beberapa momen visual terindah dalam festival tersebut.

Bagi banyak pengunjung, Bon Odori adalah bagian Obon yang paling dikenal.
Bon Odori adalah tarian tradisional yang ditampilkan selama festival Obon di seluruh Jepang.
Awalnya diciptakan untuk menyambut roh leluhur, tradisi ini telah berkembang menjadi perayaan komunitas yang penuh sukacita.
Berbeda dengan pertunjukan profesional, Bon Odori mendorong partisipasi.
Warga lokal dan pengunjung sering menari bersama di alun-alun publik dan tempat festival.
Banyak orang mengenakan:
Sangat.
Banyak festival Bon Odori secara aktif menyambut pengunjung dan peserta yang baru pertama kali ikut.
Anda tidak perlu pengalaman menari untuk bergabung.
Cukup ikuti pergerakan kerumunan dan nikmati suasananya.
Jepang menyelenggarakan ratusan acara terkait Obon, tetapi beberapa di antaranya menonjol karena skala dan signifikansi budayanya.
Salah satu tradisi Obon paling terkenal di Jepang, Gozan no Okuribi, berlangsung pada tanggal 16 Agustus.
Api unggun besar dinyalakan di pegunungan yang mengelilingi Kyoto, menciptakan karakter bercahaya raksasa yang terlihat di seluruh kota.
Bagi banyak wisatawan, ini adalah salah satu pengalaman Obon yang paling berkesan di Jepang.
Awa Odori adalah festival tari tradisional terbesar di Jepang.
Ribuan penampil memadati jalanan dengan musik, tarian, dan perayaan.
Acara ini menarik pengunjung dari seluruh Jepang dan seluruh dunia.
Gujo Odori terkenal dengan suasana partisipatifnya.
Selama puncak perayaan Obon, tarian dapat berlanjut hingga larut malam.
Para pengunjung diimbau untuk bergabung dengan warga setempat di lantai dansa.
Upacara yang mengharukan ini menampilkan pawai lampion yang rumit untuk menghormati anggota keluarga yang telah meninggal.
Acara ini menggabungkan peringatan, seni, dan partisipasi masyarakat.
Makanan memainkan peran penting dalam perayaan Obon.
Meskipun menu bervariasi menurut wilayah, pengunjung mungkin akan menemukan beberapa hidangan tradisional.
Hasil panen musim panas seringkali menjadi bagian penting dalam hidangan Obon.
Sayuran dan makanan laut yang digoreng dengan adonan tipis adalah hidangan umum saat acara kumpul keluarga.
Mie dingin ini sangat populer terutama selama musim panas di Jepang.
Banyak rumah tangga menyiapkan atau membeli wagashi musiman untuk dibagikan kepada keluarga dan tamu.
Pengunjung yang menghadiri festival juga dapat menikmati:
Perpaduan antara hidangan keluarga tradisional dan makanan festival menciptakan pengalaman kuliner yang unik.
Salah satu pertanyaan paling umum yang diajukan wisatawan adalah apakah pengunjung diterima di acara Obon.
Secara umum jawabannya adalah ya.
Wisatawan dapat berpartisipasi dalam:
Namun, pengunjung harus tetap bersikap hormat saat menjalankan tradisi keluarga yang lebih pribadi seperti kunjungan ke makam dan upacara peringatan.
Kyoto menawarkan beberapa pengalaman Obon paling ikonik di Jepang.
Pengunjung dapat menikmati:
Tokyo menyelenggarakan berbagai festival lokal dan acara budaya selama Obon.
Kota ini menggabungkan perayaan tradisional dengan atraksi modern.
Nagoya menawarkan lokasi yang nyaman bagi para pelancong yang menjelajahi Jepang tengah selama Obon.
Kota ini juga menyediakan akses mudah ke destinasi budaya terdekat.
Dikenal dengan budaya kulinernya dan suasana yang meriah, Osaka menawarkan pengalaman Obon yang berbeda namun sama berkesannya.
Rencana perjalanan ini menggabungkan kota-kota besar dengan pengalaman budaya otentik.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan tradisi Obon Kyoto yang terkenal, Travelodge Kyoto Shijo Omiya menawarkan akses mudah ke banyak distrik bersejarah, atraksi budaya, dan acara musiman di kota ini.

Travelodge Nagoya Sakae menyediakan tempat yang nyaman untuk menjelajahi Jepang bagian tengah selama Obon. Lokasinya menawarkan akses mudah ke transportasi, tempat makan, dan atraksi regional.
Pengunjung yang berencana menjelajahi Osaka dan destinasi budaya di sekitarnya dapat menggunakan Travelodge Honmachi Osaka sebagai titik awal yang nyaman untuk perjalanan mereka.
Ingatlah bahwa banyak orang sedang menghormati orang yang mereka cintai.
Pakaian sopan umumnya dihargai.
Amati perilaku penduduk setempat dan ikuti contoh mereka.
Beberapa upacara dan kegiatan keluarga mungkin tidak pantas untuk difoto.
Bon Odori dan acara-acara komunitas menyambut partisipasi, tetapi selalu memperhatikan konteks budaya.
Obon lebih dari sekadar musim liburan yang ramai. Ini adalah tradisi hidup yang menghubungkan Jepang modern dengan sejarah berabad-abad, spiritualitas, dan nilai-nilai keluarga.
Bagi para pengunjung, festival ini menawarkan kesempatan langka untuk merasakan Jepang melalui sudut pandang masyarakat setempat. Mulai dari bergabung dalam tarian Bon Odori dan mencicipi makanan musiman hingga menyaksikan upacara lampion dan menjelajahi kota-kota bersejarah, Obon mengungkapkan sisi Jepang yang jarang dilihat oleh para wisatawan.
Jika Anda mencari pengalaman budaya yang lebih mendalam selama perjalanan Anda, ada beberapa waktu yang lebih baik untuk berkunjung selain saat Obon.

